Mengenal Unsur Hukum dalam Asuransi Mobil


Di era modern seperti saat ini, kesadaran orang terhadap produk asuransi pun kian meningkat. Terbukti dengan permintaan yang semakin tahun semakin bertambah banyak. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia mulai sadar tentang pentingnya mencegah risiko yang akan terjadi di masa mendatang. Namun, mungkin sedikit yang mengetahui mengenai unsur hukum dalam asuransi mobil.

Salah satu produk asuransi yang paling banyak diminati adalah asuransi kendaraan. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap aset kendaraan yang kamu miliki mulai dari motor, mobil hingga truk sekali pun.

Dalam prakteknya, banyak orang yang memiliki asuransi namun tidak tahu lebih jauh mengenai produknya. Sejauh yang mereka tahu, asuransi hanya akan melindungi dan memberikan pertanggungan terhadap risiko yang akan terjadi.

Padahal, terdapat beberapa istilah penting yang perlu diketahui dan unsur hukum apa saja yang ada di dalamnya. Nah, agar kamu mengerti lebih jauh tentang asuransi, kali ini kita akan membahas unsur hukum apa saja yang ada di dalamnya. Penasaran? Berikut ulasan lengkapnya:

  • Adanya subjek hukum
Foto: PxHere

Pada prakteknya, asuransi mengharuskan memiliki dua subjek hukum yang ada di dalamnya. Meliputi penanggung (pihak asuransi) dan tertanggung (nasabah).

Tentu saja dalam hal ini, pihak asuransilah yang akan menanggung segala bentuk kerugian dari risiko yang nasabah alami. Sebagai gantinya, penanggung akan mendapatkan imbalan berupa angsuran premi setiap bulannya.

Besaran premi yang dibayarkan tergantung dari jenis produk asuransi yang dipilih, usia dan harga kendaraan serta wilayah dan faktor risiko. Setelah kedua belah pihak setuju untuk bekerjasama, maka akan terjadi perjanjian di dalam polis yang harus ditandatangani oleh nasabah dan pihak asuransi.

Lewat perjanjian ini, kedua belah pihak akan saling terikat dan harus menjalankan kewajiban serta tugasnya masing-masing.

  • Terdapat objek yang diperlindungkan
Foto: PxHere

Dalam asuransi kendaraan, tentu objek yang diberikan proteksi adalah motor, mobil dan truk. Tergantung dari kendaraan apa yang akan kamu belikan asuransi.

Segala bentuk kerusakan yang terjadi pada objek tersebut, akan ditanggung oleh pihak asuransi dengan catatan tidak ada syarat dan ketentuan yang dilanggar. Seperti ketika kamu mengalami kecelakaan karena menerobos lampu merah. Hal ini tidak termasuk kerusakan yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

  • Adanya risiko yang harus ditanggung dan premi yang harus dibayarkan
Foto: PxHere

Ketika menjadi seorang nasabah di sebuah perusahaan asuransi mobil. Maka faktor risiko yang ada di nasabah, berpindah kepada pihak penanggung (asuransi). Hal ini berjalan seiring dengan premi yang terus dibayarkan oleh nasabah.

Perlindungan bisa saja berhenti tanpa kesepakatan ketika nasabah juga berhenti dalam memenuhi kewajibannya, misalkan tidak lagi membayar premi sesuai yang telah ditentukan.

  • Adanya ganti rugi
Foto: PxHere

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, segala risiko atau kerusakan yang terjadi pada nasabah akan diganti rugi oleh pihak asuransi. Besaran ganti rugi yang ditanggung pun sudah tertulis dalam polis.

Sehingga, sebagai calon nasabah yang baik, cermatilah isi perjanjian polis sebelum menandatanganinya. Pastikan, kesepakatan menguntungkan kedua belah pihak dan bukan malah merugikan salah satu di antaranya.

  • Persyaratan dan polis asuransi
Foto: Flickr

Syarat dan ketentuan dalam polis juga perlu dipahami oleh nasabah. Jangan sampai nasabah berlaku seenaknya dengan tidak membayarkan premi sesuai perjanjian. Setelah itu, ketika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, mereka mengajukan klaim pada pihak asuransi yang sudah pasti akan ditolak.

Perlu dipahami, pada polis juga biasanya tertulis mengenai hal apa saja yang bisa menyebabkan perlindungan tidak valid serta perjanjian menjadi batal.

Itulah beberapa unsur hukum dalam asuransi mobil yang harus kamu ketahui. Bagaimana? Sudahkah kamu memiliki asuransi untuk mobil kesayanganmu?